Tampilkan postingan dengan label SMKN 1 ROTA BAYAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMKN 1 ROTA BAYAT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2012

 Kemah dan Widegame SMK Rota Bayat with GEMBIRA

Tinggalkan Komentar Label Kegiatan Kita
Salam Pramuka kakak-kakak, wah sebelumnya maaf,  artikel Kemah dan Widegame SMK Rota Bayat with GEMBIRA, seharusnya dah lama dibuat. karena lagi sibuk terus,,yaaa baru sempat mosting hari ini deh..oke langsung aja.


Tanggal 6 januari 2012 Dewan Ambalan SMK Negeri Rota Bayat mengadakan Kemah dan Widegame di Lapangan SMK Negeri 1 Rota Bayat. dalam kesempatan itu, ketua Dewan Ambalan Putra SMK Negeri 1 Rota Bayat yaitu Kak Efendy sekaligus Giat Operasional GEMBIRA, juga mengundang para pengurus dan anggota GEMBIRA untuk ikut membantu mensukseskan Kemah dan widegame adik-adik Pramuka SMK Negeri 1 Rota Bayat. Dalam kegiatan tersebut perwakilan dari GEMBIRA dihadirkan: Kak Sriyanto, Kak Imam (Zie), Kak Ramadhan, Kak Rozi, Kak Muh. Nasir, Kak Tono, Kak Dian santosa, dan Kak Devi.

Dalam kegiatan kali ini, banyak sekali sub kegiatan yang dilakukan, diantaranya Jelajah Alam, Halang Rintang, Penanganan Pasien yang terluka parah, dan masih banyak lainnya.

Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, di hari pertama adik-adik dan para pembimbing berkemah dan hari yang kedua adalah Widegame. Di hari pertama salah satu kegiatannya adalah temu ilmiah pramuka dan perkenalan Personil GEMBIRA kepada para sahabat-sahabat Pramuka yang ada di SMK Negeri 1 Rota Bayat.

Di Hari kedua, pagi-pagi sekali sekitar Jam 3.00 WIB, diadakan Tegak disiplin untuk menumbuhkan jiwa muda yang disiplin,berani dan bertanggung jawab. Dalam Tegak Disiplin ini, GEMBIRA diberi tugas ambil alih dalam pemegangan untuk menggerakkan semua peserta.

setelahnya, para peserta ISHOMA dan makan bersama di lapangan terbuka SMK Negeri 1 Rota Bayat. dan dilanjutkan persiapan Widegame dan melaksanakan Kegiatan Widegame disusul kegiatan-kegiatan berkiutnya.

Berikut sedikit dokumnetasi saat Kemah dan Widegame SMK Rota Bayat with GEMBIRA:




Dies Natalis ke-2 SMK Negeri 1 ROTA Bayat

Lapangan hijau yang biasanya terpapar teriknya matahari itu kini terlindung oleh deklit hijau yang berdiri kokoh diatasnya.  Ratusan kursi ditata begitu rapinya menghadap kearah GSG. Ruangan yang dulunya begitu luas itu kini bertahta sebuah panggung dengan hiasan bunga-bunga cantik dari gelas aqua. Disekelilingnya terdapat kursi tamu undangan yang berhadapan dengan Gamelan jawa. Sementara pada Background kita dapat mengetahui bahwa segala kemegahan itu ada untuk memeriahkan ulang tahun sekolah SMK N 1 ROTA Bayat yang kedua.

Ya. Pada tanggal 17 Desember 2011 SMK telah menginjak usia yang relatif masih muda. 2 tahun. Dan telah kita ketahui bersama bahwa meskipun usianya masih muda, SMK jurusan seni yang berdiri di Beluk ini telah menorehkan berbagai  prestasinya.

Acara tersebut dibuka oleh iringan gending-gending jawa dari kelompok siswa karawitan. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Gambyong sebagai simbolisasi sambutan kepada para hadirin. Pemotongan Tumpeng sebagai  simbolisasi ulang tahun dilaksanakan oleh kepala sekolah, Bp. Supardi. Jika pada ulang tahun pertama potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Bp. Suwarno maka pada ulang tahun kedua ini potongan tumpeng pertama diserahkan kepada kepala Tata Usaha yaitu Bp. Kadarisman.



Sesuai dengan tema yang diangkat, “Go Green For Our Dreams”  selain menggunakan hiasan dari benda-benda daur ulang, dalam acara Dies Natalis terdapat acara penulisan mimpi-mimpi di pohon harapan oleh para siswa. Dilanjutkan oleh sambutan dari Mas dan Mbak Klaten sebagai tamu undangan.

Acara ulang tahun sekolah dimeriahkan oleh penampilan-penampilan yang menarik seperti pertunjukan pencak silat dari pemenang Ajang RMB yaitu Edi dan Indra kelas X. Alunan syahdu dari grup TIVO, atraksi-atraksi dari Tekwondo, Fashion Show dengan gebrakan busana Koran, serta yang tak kalah menarik guru SMK N 1Rota Bayat ikut tampil diwakili oleh Bp. Aris. Penampilan yang spektakuler juga disajikan oleh Mas dan Mbak Klaten yang  menyajikan Fashion Show .

Acara juga dimeriahkan oleh beberapa Band yang tampil, seperti  Band kelas Xll, Band Visionist, band Kelas Xl K2, Band All Refans, serta Java Young.

Acara yang begitu mempesona tersebut ditutup dengan dangdut hingga jam 4 sore. Segala kenangan, prestasi yang gemilang, kebersamaan dalam tawa tersaji untuk SMK N 1 ROTA Bayat tercinta.

Ines, pelajar SMKN 1 ROTA Bayat, Terbang ke Argentina mengikuti FIE 2011





Ines Wardani (16) hanyalah siswa biasa di SMKN 1 ROTA Bayat, bersepeda lebih dari 15 km setiap hari untuk sekolah, tidak mampu melanjutkan pendidikan tahun lalu karena masalah keuangan. Dia punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui beasiswa Yayasan Titian. Dia telah berubah menjadi seorang siswa yang terkenal di Klaten. Semua orang membicarakan tentang dirinya dan ingin bertemu dengannya sejak Januari 2011 ketika ia diumumkan sebagai salah satu wakil PJI untuk FIE (El Foro Internacional De Forum Emprendedores / Internasional Pengusaha) di Argentina. PJI (Prestasi Junior Indonesia: http://www.prestasijunior.org) adalah sebuah organisasi yang berfokus pada kewirausahaan, bisnis dan pendidikan, yang dikenal sebagai JA (Prestasi Junior) di seluruh dunia.
Acara FIE dipegang oleh JA Worldwide dan tahun ini berlangsung di Cordoba, Argentina dari 09-14 Mei. Ines akan dengan empat siswa dari daerah lain di Indonesia. Ines dilatih selama seminggu di Jakarta sebelum berangkat ke Argentina pada 7 Mei. Ines sangat senang selama mengikuti proses persiapan. Kisah seorang gadis desa di Bayat yang sekarang akan banyak dibicarakan di desa-desa. Diharapkan  Ines akan menjadi inspirasi bagi orang muda lainnya di desa itu, meskipun keterpencilan geografis dan latar belakang keuangan, mereka masih bisa bersinar dan mencapai mimpi mereka jika mereka memiliki keinginan yang kuat.
Ines adalah salah satu dari 257 siswa yang disponsori Yayasan Titian didukung oleh dengan bantuan mitra donornya yakni CLSA, Qatar Foundation. Menjadi yang terbaik saat di SMP tidak menjamin ia bisa melanjutkan ke sekolah tinggi. Tetapi melalui beasiswa yang diberikan Yayasan Titian, dia dapat meneruskan sekolahnya di SMKN 1 ROTA Bayat jurusan Kria Tekstil.
Profil Sekolah SMK N 1 ROTA Bayat PDF Cetak Surel
Nama Sekolah : SMK Negeri 1 ROTA Bayat
NSS : 661031004105
NPSN : 20357317
Nomor SK Sekolah : 421.5/788.B/11
Tanggal SK Sekolah : 21 Juli 2011
Nama Sekolah Sebelum SK : SMK Negeri 1 Bayat
Alamat Sekolah/ Telp :


- Jalan : Jl. Raya Bayat - Cawas


- Desa : Beluk


- Kecamatan : Bayat


- Kabupaten/ Kodya : Klaten


- Kotak Pos : 57462


- Email : smkn1bayat@yahoo.co.id


- Website : http://smkn1-rotabayat.sch.id


- Telepon : (0272) 3120800


- Faksimili : (0272) 3140310
Status Sekolah : Negeri
Bidang/ Program Keahlian :


- Kria Tekstil/Batik : Belum Terakreditasi


- Kria Keramik : Belum Terakreditasi
Kelembagaan : dipersiapkan SBI
Manajemen : Adopsi SMM ISO 9001 :  2000
Luas Tanah : 28.915 m2
Luas Bangunan : 9.250 m2
Status Tanah : Milik Sendiri
Status Bangunan : Permanen
Data Siswa :



Fasilitas sekolah


a. Ruang Teori/ Kelas : 12 Ruang
b. Ruang Praktik Tekstil /Batik : 1 Ruang
c. Ruang Praktik Keramik : 1 Ruang
d. Laboratorium Komputer : 1 Ruang
e. Laboratorium Bahasa Inggris : 1 Ruang
f. Ruang Perpustakaan Multimedia : 1 Ruang
g. Busines Center /Toko : 1 Ruang
h. Ruang Ibadah : 1 Ruang
i. Ruang Guru : 1 Ruang
j. Ruang Tata Usaha : 1 Ruang
k. Ruang UKS : 1 Ruang
l. Ruang BK : 1 Ruang
m. Ruang Serba Guna : 1 Ruang
n. Ruang Kantin : 1 Ruang
o. Guest House : 1 Ruang
p. Showroom : 1 Ruang
Kurikulum : KTSP
Guru :



Kapala Sekolah :


Nama Kepala Sekolah : Drs. Supardi


NIP : 19580817 198203 1 031
SK. Pengangkatan : Nomor : 821.2/09/10
Bupati Klaten
Tanggal : 13 Januari 2010
TMT SK : 13 Januari 2010




 

 SMKN 1 ROTA BAYAT

SMKN 1 ROTA Bayat, Klaten

 
Berkeliling di Pekan Produk Kreatif Indonesia 2011 yang berlangsung di di JCC Senayan 6-10 Juli yang baru lewat, memunculkan kembali rasa optimis akan negeri ini. Kaum muda menunjukkan kreativitas mereka yang beragam, meyakinkan masa depan negeri ini tak akan suram. Mereka membawa perubahan dan perubahan sedang terjadi sekarang. Beberapa universitas atau kreatif muda profesional bahkan sekolah kejuruan ikut serta dalam ajang ini. Antara yakin dan berharap cemas kreativitas mereka juga merambah dalam wujud batik membawa @batikIDku pada kekaguman akan corak batik indah dengan pewarna alam yang digantung-gantung mencolok pada stan mereka. Ternyata stan ini milik SMKN 1 ROTA Bayat dari Klaten, Jawa Tengah.
Mereka menyediakan canting dan malamnya untuk pengunjung yang ingin mencoba proses awal membatik. Setelah anak-anak SMKN 1 Bayat ini membuatkan pola dengan pensil pada sehelai kecil kain, maka pengunjung dapat merasakan sendiri melekatkan malam dengan canting pada kain berpola tersebut. Menarik bukan? Karya batiknya yang cantik dan penyajian stan yang unik ternyata baru sedikit dari fakta potensi sekolah kejuruan ini. Pak Daliya, pengajar jurusan Kriya Tekstil SMKN 1 menceritakan keberhasil sekolah ini pada ajang nasional yaitu Student Company Fair di Plaza Semanggi 25-26 Juni 2010 sebagai ‘The Most Active and Best Performing Student Company’ Student Company diaplikasikan pada materi pengajaran kewirausahaan di sekolah kejuruan ini. Dengan nama perusahaan pelajar SAKURA mereka membuktikan dapat menghasilkan keuntungan yang sehat juga mendapatkan penghargaan atas pengelolaan hadiah uang yang mereka dapat (berita lengkapnya dapat dilihat pada tautan ini)
Batik tulis tangan dengan pewarna kimia karya siswa SMKN 1 ROTA Bayat
Sekolah menengah kejuruan yang didirikan di tengah sentra pengrajin batik dan keramik di tahun ajaran baru 2009 yang lalu, awalnya kurang mendapat sambutan positif masyarakat setempat yang enggan menyekolahkan anak mereka ke sekolah kejuruan ini, takut hanya bernasib sama saja dengan ortu mereka sebagai pengrajin batik dan keramik. Namun tak hanya prestasi Student Company di ajang nasional tetapi posisi terbaik ke-dua Internasional disabet juga oleh SMKN 1 Bayat ini yang diwakili Ines Wardani dan tim kecilnya dalam kategori Company Fair di FIE (El Foro Internacional De Emprendedores/ International Forum of Entrepreneurs) Mei 2011 lalu di Cordoba, Argentina.  Ajang internasional ini diwakili 12 negara (berita lengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut)
Batik tulis tangan dengan pewarna alam karya siswa SMKN 1 ROTA Bayat
Prestasi gemilang di usia yang baru menginjak 2 tahun tak lepas dari arsitek-arsitek hebat pendiri dan pengarah sekolah kejuruan ini. Didirikan atas kerjasama Depdiknas, pemerintah setempat, ROTA (Reach Out To Asia), Qatar Foundation dan Titian Foundation, memiliki visi ‘menjadi SMK bertaraf internasional dan center of excellence dalam bidang batik dan keramik di Indonesia dengan menghasilkan lulusan yang terampil dan memiliki citarasa seni tinggi sehingga mampu bersaing di pasar internasional’. Jurusan Keramik dibina langsung oleh ahli keramik dari Jepang, Profesor Kawasaki yang sangat tertarik metoda putar miring dalam pembuatan keramik yang satu-satunya di dunia ini hanya ditemukan di Bayat, Klaten.
Batik Cap kombinasi tulis
Sasaran Jurusan Kriya Tekstil sendiri adalah : membekali siswa ketrampilan teknik dan pengetahuan seni tekstil berfokuskan pada seni batik, mencetak siswa yang mampu menopang industri tekstil daerah dan nasional, dan yang terakhir menyadarkan bahwa seni tekstil terutama batik yang merupakan warisan adiluhung bangsa Indonesia memerlukan peran aktif dalam usaha pelestariannya.
Sekolah yang diawali dengan 2 kelas per jurusan (total 4 kelas) masing-masing dengan 32 siswa per kelas, kini siap menyambut angkatan baru di tahun ke-tiga nya dan juga melepas lulusan tahun pertamanya. Di tahun pertama, siswa jurusan kriya batik wajib ikut menorehkan canting pada Sketsa Budaya Bangsa yang merupakan sketsa dalam batik kain panjang yang saat ini sudah mencapai 140 meter. Pak Daliya pengajar dengan segudang keahlian  dan filosofi mendalamnya merupakan lulusan SSRI (kini SMSR) tahun ‘86. Beliau melanjutkan ke IKIP Yogyakarta mengambil Program Studi senirupa dengan tugas akhir Lukis. Filosofi batik telah dikuasainya berkat pengalaman mengajar batik sejak ‘94 di SMKN 1 Kalasan sampai sekarang. Beliau pernah menyabet Penghargaan Pratita Adikarya terbaik batik sandang di Pendopo SMSR Jogja tahun ’86.
Ragam corak yang dipamerkan
Menurut Pak Daliya, siswa Kelas 1 fokus pada pengetahuan motif batik tradisional klasik nusantara. Kelas 2 pada filosofi batik. Kelas 3 pengembangan ciri khas motif kreasi sendiri. Dalam uraian pendeknya lulusan SMKN 1 Bayat ini diharapkan siap kerja, siap berwiraswasta, dan ke tiga untuk menyiapkan siswa yang tertarik melanjutkan pendidikan ke universitas.  Melalui Student Company yang kemudian masuk dalam kurikulum, siswa diminta untuk membuat proposal kewirausahaan untuk mendapatkan modal dari 2 juta sampai dengan 8 juta rupiah.
Impian Pak Daliya untuk mendirikan Monumen Canting Terbesar yang menaungi lab batik terbesar dan menjadi pusat riset batik dan keramik berskala Internasional. Beliau menutup obrolan dengan filosofinya :
Batik cap kombinasi tulis
Dengan Ilmu hidup lebih mudah,
Dengan Seni hidup jadi indah,
Dengan Iman hidup akan terarah...

Dies Natalis ke-2 SMK Negeri 1 ROTA Bayat

Batik 70 Meter, Masterpice SMKN 1 Rota Bayat

Biasanya, program kompetensi yang dibuka pada suatu sekolah menengah kejuruan (SMK) tergantung pada potensi alam daerah tersebut. Di daerah Jawa Tengah, banyak SMK memasukkan keahlian batik sebagai kompetensi kajiannya. Seperti yang terdapat pada SMKN 1 Rota Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Program kompetensi batik di SMK tersebut telah mampu menghasilkan produk-produk berkualitas yang punya daya jual. Produk-produk ini mereka tampilkan dalam Pameran Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2010 di Jakarta Convention Center, pekan lalu. "Selama dua hari pameran pendapatan kami telah mencapai Rp20 juta," klaim Guru SMKN 1 Rota, Bayat, Klaten, Jawa Tengah..

SMK 1 Rota Bayat Angkat Sentra Kerajinan Bayat

SEMARANG-Lulusan SMK selalu dipersiapkan untuk bekerja. Tetapi kini selain siap bekerja, mereka juga harus dapat menciptakan lapangan kerja sendiri dengan berwirausaha. Seperti halnya SMK Negeri 1 ROTA Bayat Klaten yang menyiapkan siswanya untuk mengembangkan sentra batik dan keramik. Sekolah yang berdiri tahun 2009 atas bantuan gempa dari Pemerintah Qatar melalui Titian Foundation dan bekerja sama dengan Pemkab Klaten ini, dibangun untuk mengangkat sentra kerajinan daerah tersebut. SMK Negeri 1 ROTA Bayat memiliki dua jurusan, yaitu KRIA TEKSTIL dan KRIA KERAMIK. ‘’Memang sengaja hanya dua jurusan, karena fokus yang hendak dikembangkan...

 MACAM-MACAM BATIK INDONESIA

Macam Macam batik Indonesia

Batik Modern

Desain baju batik saat ini terus mengalami perkembangan dibanding zaman dahulu di era 90-an yang coraknya menurut orang-orang zaman sekarang dianggap sudah terlalu kuno. Kain batik yang dulunya dianggap hanya untuk orang-orang dewasa, saat ini terus mengalami kemajuan. Apalagi selama beberapa tahun terakhir banyak sekali perusahaan-perusahaan yang mewajibkan karyawannya untuk memakai baju batik meskipun hanya sehari dalam seminggu. Begitu juga kantor-kantor pemerintahan yang saat ini telah mewajibkan kepada para pegawainya untuk mengenakan baju batik pada hari Jum’at.
Model baju batik yang banyak beredar saat ini juga akhirnya membawa anak-anak muda yang dulunya malu kalau memakai baju batik karena takut kelihatan tua, akhir-akhir ini mereka sudah tidak malu-malu menggunakan baju batik. Bahkan saat ini dikalangan anak muda, kalau dianggap memakai baju batik mempunyai prestise tersendiri.
Dibawah ini Anda dapat melihat sendiri berbagai desain baju batik terbaru yang diantaranya adalah : baju batik pekalongan, bolero batik, design baju batik, desain batik modern, baju batik sarimbit, batik wallpaper desktop, baju batik solo modern, model baju kerja batik, gamis batik modern, batik sarimbit modern, kemeja batik pria, baju batik bandung, model gaun batik, model batik muslim, dan desain sandal batik terbaru.
baju batik jogja untuk wanita terbaru 197x300 Design Baju Batik Terbaru 2012

Macam Macam batik Indonesia

Corak dan motif batik Indonesia sendiri sangat banyak, ada yang merupakan motif asli dari nenek moyang bangsa kita dan ada juga yang merupakan akulturasi dengan bangsa lain.
Di bawah ini merupakan macam-macam batik yang terdapat di Indonesia:
1. Batik Kraton
batik-kraton
Batik Kraton awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup.
Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton.
Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Parang Barong, Parang Rusak termasuk Udan Liris, dan beberapa motif lainnya.
2. Batik Sudagaran
batik-sudagaran
Motif larangan dari kalangan keraton merangsang seniman dari kaum saudagar untuk menciptakan motif baru yang sesuai selera masyarakat saudagar.
Mereka juga mengubah motif larangan sehingga motif tersebut dapat dipakai masyarakat umum. Desain batik Sudagaran umumnya terkesan “berani” dalam pemilihan bentuk, stilisasi atas benda-benda alam atau satwa, maupun kombinasi warna yang didominasi warna soga dan biru tua.
Batik Sudagaran menyajikan kualitas dalam proses pengerjaan serta kerumitan dalam menyajikan ragam hias yang baru. Pencipta batik Sudagaran mengubah batik keraton dengan isen-isen yang rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik) sehingga tercipta batik yang amat indah.
3. Batik Petani
batik-petani
Batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah di kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Biasanya batik ini kasar dan kagok serta tidak halus.
Motifnya turun temurun sesuai daerah masing-masing dan batik ini dikerjakan secara tidak profesional karena hanya sebagai sambilan. Untuk pewarnaan pun diikutkan ke saudagar.
4. Batik Belanda
batik-belanda
Warga keturunan Belanda banyak yang tertarik dengan batik Indonesia. Mereka membuat motif sendiri yang disukai bangsa Eropa.
Motifnya berupa bunga-bunga Eropa, seperti tulip dan motif tokoh-tokoh cerita dongeng terkenal di sana.
5. Batik Jawa Hokokai
batik-jawa-hokokai
Pada masa penjajahan Jepang di pesisir Utara Jawa lahir ragam batik tulis yang disebut batik Hokokai. Motif dominan adalah bunga seperti bunga sakura dan krisan.
Hampir semua batik Jawa Hokokai memakai latar belakang (isen-isen) yang sangat detail seperti motif parang dan kawung di bagian tengah dan tepiannya masih diisi lagi, misalnya motif bunga padi.
Contoh Batik Tiap Daerah Di Indonesia :
1. Batik Yogyakarta
batik-yogyakarta
2. Batik Solo
batik-solo
3. Batik Banyumas
batik-banyumas
4. Batik Purwokerto
batik-purwokerto
5. Batik Pekalongan
batik-pekalongan
6. Batik Cirebon
batik-cirebon
Kota Cirebon dikenal dengan kerajinan batik tulisnya dengan salah satu motif yang paling dikenal adalah motif mega mendung. kain batik tulis ini sangat cocok digunakan sebagai suvernir maupun di pakai secara langsung sebagai busana
7. Batik Betawi
batik-betawi
8. Batik Madura
batik-madura
9. Batik Kalimantan
batik-kalimantan
Sebenernya ini bukan batik tapi coraknya bisa dibilang mirip batik lah. Di Kalimantan ga ada batik, namanya Kain Sasirangan (Prosesnya Penyelupan kain ke campuran warna)
Jelas itu tidak sama sekali dengan Batik yang notabene di canting yang terisi oleh lilin ..
10. Batik Papua
batik-papua
11. Batik Padang
batik-padang
12. Batik Aceh
batik-aceh
13. Batik Bengkulu
batik-bengkulu
14. Batik Bali
batik-bali
15. Batik lampung
batik-lampung
16. Batik Toraja
batik-toraja
17. Batik Palembang
batik-palembang
18. Batik Jambi
batik-jambi
19. Batik Indramayu
batik-indramayu
20. Batik Bojonegoro
batik-bojonegoro
Sejak lama Bojonegoro sangat kaya dengan motif batik. Beberapa motif di antaranya siap dipatenkan.
Motif batik asli Bojonegoro, mengambil tema dari budaya lokal yang cukup arif dan potensi Bojonegoro yang cukup terkenal.
Di antaranya motif Mliwis Putih, Sapi, Jagung, Kahyangan Api, Tembakau, Minyak, Wayang Tengul, Padi dan motif batik Jati. Hingga saat ini pasar produksi batik tersebut kini telah sampai di Singapura.
21. Batik Purbalingga
batik-purbalingga
Sekilas memang mirip batik dari Banyumas, karena Purbalingga memang pernah saru karisidenan dengan Banyumas.
Buat yang ngga tahu di mana itu Purbalingga, Purbalingga terletak di provinsi Jawa Tengah.
Diebelah selatan dan barat berbatasan dengan Kabupaten Banyumas (Purwokerto).
Sebelah timur dengan Kabupaten Banjarnegara dan sebelah utara dengan Kabupaten Pemalang.
22. Batik Garut
batik-garut
23. Batik Tegal
batik-tegal

Batik Bali

Batik Bali

batik bali
Memang masih relatif baru, namun perkambangan industri batik diPulau Bali begitu pesat. Barangkali karena Bali menyimpan banyak potensi motif dan desain lokal. Puluhan desain batik khas Bali telah lahir. Dari yang berharga murah hingga yang selangit. Sejauh ini, harga pasaran rata-rata batik tulis yang beredar di BaliBali yang berkualitas bagus berkisar antara Rp 350 ribu hingga Rp 2 juta. Tingginya harga tersebut karena batik-batik tersebut dibuat dari kain bermutu dan digambar langsung dengan tangan serta menggunakan bahan pewarna alami seperti yang dibuat oleh Ida Ayu Pidada (dengan merek “Batik Wong Bali”) atau oleh A.A. Inten Trisna Manuambari (dengan merek “Diamanta”).
Batik sendiri merupakan hasil kerajinan yang telah menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak berabad-abad lalu, khususnya di Jawa. Istilah “batik” konon berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “nitik”yang berarti membuat titik. Secara bebas, kata “batik” merujuk pada teknik pembuatan corak dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna berupa malam (wax), yang diaplikasikan di atas kain. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, dan wol. Jika ada kain batik yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik di atas kain tersebut dinamakan kain bercorak batik, bukan kain batik. Kain macam itu biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak.
Di Bali, industri kerajinan batik dimulai sekitar dekade 1970-an. Industri tersebut dipelopori antara lain oleh Pande Ketut Krisna dari Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Sukawati – Gianyar, dengan teknik tenun-cap menggunakan alat tenun manual yang dikenal dengan sebutan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kerapnya orang Bali mengenakan batik untuk berupacara –sebagai bahan kain maupun udeng (ikat kepala), mendorong industri batik di pulau ini terus berkembang dang maju. Kini di Bali telah tumbuh puluhan industri Batik yang menampilkan corak-corak khas Bali, juga corak-corak perpaduan Bali dengan luar Bali seperti Bali-Papua, Bali-Pekalongan, dan lain-lain.

Tips Memilih Kain Batik

bali-batik
Di toko-toko kerajinan dan toko kain di Bali, banyak dijual kain batik dengan berbagai corak dan kualitas. Untuk memudahkan memilih agar sesuai antara uang yang kamu keluarkan dengan kualitas barang yang kamu dapatkan, kenalilah terlebih dahulu jenis-jenis batik yang ada. Sekali lagi, dari segi teknik pembuatannya, ada empat jenis kain batik yang dijual orang, yaitu: batik tulis, batik cap, batik kombinasi tulis-cap, batik printing, dan batik cabut (perpaduan teknik printing dan tulis).
Untuk mengetahui apakah sehelai kain batik yang kamu pegang merupakan batik tulis atau yang lain, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan antara lain:
* Motif pada batik tulis meskipun polanya sama tapi bentuknya tidak pernah sama persis (asimetris). Ada bagian yang lebih kecil atau lebih besar dari gambar yang lain.
* Aksen dalam setiap gambar tidak sama besarnya
* Motif batik tulis asli biasanya memiliki aroma yang khas, warna yang digunakan berasal dari kulit-kulit kayu, dan bahan alami lainnnya.
* Kain Mori yang dipakai biasanya lebih berat dibanding mori untuk jenis batik lainnya.

Motif Batik Bali

seniputra
Bali menyimpan potensi motif dan desain lokal. Puluhan desain batik khas Bali telah lahir yang biasanya dikawinkan dengan motif batik yang ada dari berbagai wilayah di Tanah Air dan pengaruh motif China.
Batik Bali pun ditawarkan dengan harga bervariasi. Harga batik tulis berkualitas di Pulau Dewata berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp3,5 juta per potong.
Tingginya harga tersebut karena batik-batik tersebut dibuat dari kain bermutu dan digambar langsung dengan tangan serta menggunakan bahan pewarna alami, seperti yang dibuat oleh Anak Agung Inten Trisna Manuambari dengan merek “Diamanta” atau Ida Ayu Pidada dengan label “Batik Wong Bali”.
AA Inten Trisna M, pengrajin batik Bali mengatakan, guna mempertahankan kualitas produknya itu, dirinya terus berupaya melakukan terobosan dengan membuat motif baru yang diperkirakan dapat diterima konsumen di pasaran.
“Biasanya untuk motif baru itu, saya menggabungkan atau mengawinkan motif khas Bali dengan yang berasal dari daerah lainnya di Indonesia, bahkan sampai luar negeri, seperti China,” kata wanita yang akrab disapa Gung Inten itu, di Denpasar,
Dia menjelaskan, perpaduan motif yang biasa dilakukannya adalah mengambil ornamen khas Pulau Dewata, seperti naga, rusa, burung bangau, dan kura-kura. Kemudian memadukan dengan motif dari daerah luar Bali yang biasanya berbentuk flora.
Menurut dia, untuk mewujudkan itu bukanlah hal yang mudah karena perlu waktu dan pengorbanan material bahan baku yang digunakan saat melakukan percobaan-percobaan guna mendapatkan motif dan warna baru tersebut.
Gung Inten mengakui, setiap melakukan percobaan tidak selalu berhasil. Bahkan, dia harus merelakan beberapa karung bahan baku terbuang dengan percuma.
Akan tetapi, tambah dia, dengan percobaan itu terkadang muncul hasil yang memuaskan sehingga produknya itu banyak digemari oleh masyarakat Bali dan kalangan wisatawan domestik.
“Saat ini selain motif, saya juga bermain pada warna yang lebih menonjolkan corak alam. Warna alam itu dipilih karena terkesan lebih halus, dan hasilnya pun banyak penggemarnya sehingga sekarang menjadi tren batik tulis khas Bali,”.

Penjualan Batik Meningkat

penjualan-batik1Bukti Kenaikan Penjualan Batik

Sejak diresmikan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) penjualan batik menjadi meningkat dengan signifikan, yang dibuktikan dengan adanya penelitian dari UGM yang menyatakan bahwa penjualan batikdapat mencapai 1 trilyun lebih per tahun. Pningkatan pejualan ini juga dapat dilihat dari kenaikan jumlah pengrajin batik yang di akui oleh UNESCO tercatat jika sebelumnya perajin berjumlah 272 perajin batik dan terus bertambah hingga kini bahkan di beberapa daerah penghasil batik perajinnya tidak hanya memproduksi kain batik namun juga memproduksi produk lain seperti sandal batik, , sepatu batik, dan lukisan yang bertemakan batik

Faktor Pendukung Kenaikan Penjualan Batik

batik expoKalau saja masyarakat kita sering menggunakan batik maka dengan otomatis orang asing baik yang ada di Indonesia bahkan sekalipun yang ada di luar akan mengikuti menggunakan batik sehingga perajin pun akan mendapat keuntungan. Ini menjelaskan bahwa gerakan pariwisata yang gencar mempromosikan batik akan mempengaruhi masyarakat dan wisatawan untuk membeli batik. Yang pada akhirnya batik akan dan harus bisa menjadi sarana kesejahteraan masyarakat karna menjadi komoditi kebudayaan yang utama.

Batik Kalimantan

batik-kalimantanSejarah Batik Kalimantan

Menurut sahibul-hikayat, Batik kalimantan pertama kali dibuat tatkala Patih Lambung Mangkurat bertapa selama 40 hari 40 malam di atas rakit balarut banyu. Menjelang akhir tapanya, rakit tersebut tiba di daerah Rantau Kota Bagantung. Tiba-tiba, dari seonggok buih di hadapannya, terdengar suara seorang wanita. Wanita yang kemudian dipastikan sebagai Putri Junjung Buih, yang kelak menjadi Raja di Banua ini.
Namun, sang Putri baru akan muncul ke permukaan jika syarat-syarat yang diminta dipenuhi yaitu sebuah Istana Batung beserta dengan kain yang harus selesai dibuat dalam satu hari. Kain itu pun bukan kain sembarangan melainkan kain yang ditenun dan dicalap (diwarnai) oleh 40 orang putri dengan motif wadi atau padiwaringin. Dari situlah Kain Calapan/Sasirangan atau batik kalimantan pertama kali dibuat.

Bahan-bahan Pembuat Batik Kalimantan

Bahan utama Batik Kalimantan yang banyak digunakan adalah kain dari serat kapas (katun). Karena, pembuatan kain celup ikat masih sejalan dengan proses celup rintang lainnya seperti halnya batik dan tekstil adat. Saat ini, pengembangan bahan baku sudah cukup meningkat dengan penganekaragaman bahan baku non kapas; seperti polyester, rayon, sutera, dan lain-lain.

Corak atau Motif Batik Kalimantan

Corak atau motif batik Kalimantan diperoleh dari teknik penjahitan dan ikatan, yang ditentukan oleh beberapa faktor. Selain dari komposisi warna dan efek yang timbul, juga dari jenis benang atau jenis bahan pengikat.
Dengan mengkombinasikan motif dan corak asli yang satu dengan yang lainnya, maka Sasirangan makin menarik dan kelihatan modern. Selain itu, motif-motif tersebut dimodifikasi oleh para pengrajin, sehingga dapat menciptakan motif yang sangat indah dan modern namun tidak meninggalkan ciri khasnya.
Motif Unggulan nya adalah sebagai berikut:
>Iris Pudak
`iris pudak
>Bayam Raja
>Kulit Kurikit
>Ombak Sinapur Karang
>Bintang Bahambur
>Sari Gading
>Kulit Kayu
>Naga Balimbur
>Jajumputan
>Turun Dayang
>Kambang Tampuk Manggis
>Daun Jaruju
>Kangkung Kaombakan
>Sisik Tanggiling
>Kambang Tanjung

Batik Cirebon

Batik CirebonSejarah Batik Cirebon

Sejarah Batik di Cirebon terkait erat dengan proses asimilasi atau pertukaran budaya serta tradisi religius. Itu terjadi sejak Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Cirebon pada abad ke-16.
Menurut para budayawan, sejarah Batik Cirebon berawal ketika Pelabuhan Muara Jati (kini disebut Cirebon) dijadikan tempat persinggahan para pedagang asing seperti dari Tiongkok, Arab, Persia dan India. Masuknya para pedagang asing ini kemudian menciptakan asimilasi dan akulturasi beragam budaya dan menghasilkan banyak tradisi baru seperti batik Cirebon.
Batik Trusmi lahir atas karya dari seorang pemuka agama Islam, Ki Buyut Trusmi. Awalnya Ki Buyut Trusmi  bersama-sama Sunan Gunung Jati, menyebarkan Agama Islam di kawasan desa Trusmi. Sambil mengajarkan agama ia juga mengajari ketrampilan membatik kepada penduduk setempat,  sehingga kawasan Desa Trusmi ini terkenal dengan Kampung Batik.

Motif  Batik Cirebon

Motif batik mega mendung merupakan salah satu contoh motifBatik Cirebon yang banyak dipengaruhi oleh kebubudayaan dari China. Garis-garis awan dalam motif mega mendung diadaptasi dari motif China. Meski demikian, motif mega mendung ala Cirebon memiliki ciri khas tersendiri yakni bentuk garis-garis awan yang berbentuk lonjong, lancip dan segitiga yang berbeda dengan garis awan motif China yang umumnya berbentuk bulatan.
Motif batik paksi naga liman. Sama dengan mega mendung karena batik ini juga masih dipengaruhi oleh budaya China. yang membedakannya adalah motif paksi naga liman juga memeroleh pengaruh yang cukup kuat dari budaya Islam dan India. Hal itu terbukti dari corak motif yang menggambarkan peperangan antara kebaikan melawan kejahatan dalam mencapai kemakmuran
Warna-warna Batik Cirebon klasik umumnya didominasi warna kuning, hitam dengan warna dasar krem. Dan sebagian lagi berwarna merah tua, biru, hitam dengan warna dasar kain krem atau gading.

Perbedaan Batik Cirebon dengan Batik Pesisir Lain

Batik Cirebon merupakan salah satu batik pesisir namun sedikit berbeda, karena dipengaruhi oleh karakter penduduk pesisir pantai utara pulau Jawa yaitu memiliki jiwa yang terbuka dan mudah untuk menerima pengaruh asing. Didaerah pelabuhan biasanya banyak pedagang asing yang singgah hingga akhirnya tercipta akulturasi melalui pernikahan dengan penduduk lokal. Batik Cirebon pesisir cenderung lebih banyak menerima pengaruh dari luar. Hal itu tampak jelas dari warna-warnanya yang lebih atraktif dan beraneka macam warna dan corak.
mega-mendung-0004
492232_52123
vv11

Batik Solo

batik solo

Batik Solo

Solo adalah merupakan salah satu kota yang terkenal untuk wisata kain batik di Indonesia.Dengan slogan SOLO the Spirit of Java. Solo bertekad terus menjaga dan melestarikan budaya jawa yaitu batik. Kota Solo memiliki banyak sentra industri batik sehingga wisata batik bisa dilakukan di banyak tempat di kota Solo. Beberapa diantaranya adalah wisata batik Kampung Kauman, wisata batik Kampung Laweyan, wisata batik Museum Galeri Batik Kuno Danar Hadi, Pasar Klewer dan PGS.Brbagai macam batik dapat di temukan di sini.

Motif Batik Solo yang Terkenal

Batik Solo terkenal karena memiliki corak dan pola tradisionalnya,baik dalam proses pembutan batik cap atau pun batik tulis. Bahan-bahan pewarna yang digunakan untuk pewarnaan masih banyak menggunakan bahan-bahan sederhana seperti soga Jawa. Batik solo terkenal dengan pola atau motif Sidomukti dan Sidoluruh. Kekhasan batik Solo sudah mencapai mancanegara, bahkan sudah menjadi produk batik eksport unggulan. Batik solo merupakan batik yang banyak diminati oleh kebanyakan masyarakat modern saat ini, karena memeiliki corak dan warna yang unik serta beragam. Di Solo dikenal dua macam kain yang sudah tersohor, yaitu batik lurik dan batik kesultanan. Biasanya warna yang digunakan adalah warna biru yang melambangkan bumi, coklat yang melambangkan api, dan putih yang melambangkan udara dan air.

Sejarah Batik di Indonesia

Batik IndonesiaSejarah Batik di Indonesia

Sejarah batik di Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran agama Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik di indonesia banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.
pengertian batik

Awal Sejarah Batik di Indonesia Menyebar

Kesenian batik di indonesia adalah kesenian menggambar di atas kain untuk bahan pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja di Indonesia zaman dulu. Awalnya batik di indonesia dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.
Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik di indonesia yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.
bahan-bahan pembuatan batik di indonesia

Bahan Pewarna Batik Tradisional

bahan-bahan batik di indonesia menggunakan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Batik Indonesia

Batik Indonesia

Batik Indonesia

Batik Indonesia adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian tradisional yang bercorak khas Indonesia. Selain itu batik Indonesia bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan

Batik Pekalongan

batik-pekalonganBatik Asli Indonesia “Batik Pekalongan”

Batik Pekalongan merupakan jenis batik pesisir yang memiliki banyak corak warna. Seperti batik khas pesisir daerah lainnya,ragam hias dan corak nya bersifat naturalis. Jika dibandingkan dengan batik pesisir dari daerah lainnya Batik Pekalongan lebih banyak dipengaruhi oleh unsur budaya pendatang keturunan China dan Belanda. Motif Batik Pekalongansangat bebas, dan menarik, meskipun motifnya terkadang sama dengan batik dari Solo atau Yogya, namun seringkali dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif.
Pasaran Batik Pekalongan

Jangkauan Pasar Batik Pekalongan

Batik Pekalongan ini banyak dipasarkan di daerah sekitar Jawa  bahkan hingga ke daerah luar jawa, diantaranya Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Minahasa, hingga Makassar. Banyak dari pedagang batik di daerah tersebut memesan motif batik yang sesuai dengan selera masyarakat dan adat kebiasaan daerah masing-masing.
Keistimewaan Batik Pekalongan

Keistimewaan Batik Pekalongan

Keistimewaan Batik Pekalongan adalah, para pembatiknya selalu mengikuti perkembangan zaman . Misalnya ketika masa pendudukan Jepang di Indonesia, mereka berinovasi membuat batik yang dinamakan ’Batik Jawa Hokokai’,yaitu batik dengan memiliki bentuk motif dan corak warna yang mirip dengan kimono dari Jepang. Pada umumnya batik jawa hokokai ini merupakan batik pagi-sore. Pada saat tahun enampuluhan pengrajin batik  juga membuat batik dengan nama tritura. Bahkan pada tahun 2005 yang lalu, beberapa saat setelah presiden SBY diangkat menjadi presiden muncul batik dengan motif “SBY” yaitu motif batik yang mirip dengan kain tenun ikat atau songket. Memang orang Pekalongan khususnya para pengrajin batik pekalongan tidak pernah kehabisan ide untuk membuat kreasi motif batik terbaru yang mengikuti perkembangan zaman.